Kendari, 6 Oktober 2025 – Hari pertama kegiatan Rapat Koordinasi dan Pendampingan Penyusunan Visi, Misi, Renstra, dan Renop Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) IAIN Kendari berlangsung dengan penuh antusiasme. Salah satu sesi yang menjadi sorotan adalah penyampaian masukan strategis dan arahan ilmiah dari Prof. Madya Dr. Ruhaini Muda, akademisi dari Department of Economics and Financial Studies, Faculty of Business and Management, Universiti Teknologi MARA (UiTM), Malaysia.

Dalam pemaparannya, Prof. Ruhaini menekankan bahwa penyusunan dokumen strategis seperti Renstra dan Renop tidak hanya bersifat administratif, tetapi merupakan peta jalan institusional yang menentukan arah masa depan fakultas. Ia menilai bahwa FEBI IAIN Kendari memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu pusat pengembangan ekonomi Islam di kawasan Asia Tenggara, asalkan mampu mengintegrasikan tiga kekuatan utama: transformasi digital, kolaborasi riset internasional, dan inovasi kurikulum berbasis nilai-nilai Islam.

“Digitalisasi bukan hanya tren, tetapi kebutuhan fundamental dalam tata kelola pendidikan tinggi. Fakultas ekonomi Islam seperti FEBI harus mampu mengadopsi teknologi untuk memperluas akses pembelajaran, memperkuat riset, dan meningkatkan efisiensi akademik,” ujar Prof. Ruhaini di hadapan peserta.

Arah Baru Pengembangan Fakultas Ekonomi Islam

Dalam arahannya, Prof. Ruhaini juga menggarisbawahi pentingnya pemetaan ulang kurikulum ekonomi Islam agar lebih relevan dengan dinamika ekonomi global dan kebutuhan industri halal modern. Ia mengajak seluruh sivitas akademika FEBI untuk menumbuhkan budaya akademik yang produktif dan kreatif dengan menjadikan riset sebagai dasar dari setiap kebijakan fakultas.

“Perguruan tinggi Islam perlu keluar dari zona nyaman. Mahasiswa tidak cukup hanya memahami teori ekonomi Islam, tetapi juga harus mampu menerapkannya dalam konteks nyata, baik melalui teknologi finansial syariah, pengembangan UMKM halal, maupun ekonomi digital yang beretika,” tegasnya.

Prof. Ruhaini juga memberikan apresiasi terhadap langkah FEBI IAIN Kendari yang melibatkan berbagai narasumber dari universitas dalam dan luar negeri dalam penyusunan Renstra. Menurutnya, hal ini menunjukkan bahwa FEBI tengah bergerak menuju pendekatan internasionalisasi yang berorientasi pada peningkatan mutu akademik dan reputasi global.

Kolaborasi Internasional dan Transfer Pengetahuan

Kehadiran Prof. Ruhaini dalam kegiatan ini bukan hanya sebagai pemateri, tetapi juga sebagai mitra akademik strategis. Dalam sesi diskusi, beliau membuka peluang kerja sama antara UiTM Malaysia dan FEBI IAIN Kendari dalam bidang penelitian bersama, publikasi ilmiah internasional, dan pengembangan kurikulum berbasis comparative study.

Beliau juga menekankan pentingnya capacity building dosen dan mahasiswa melalui program pertukaran akademik, pelatihan digital economy, dan kolaborasi lintas negara agar fakultas dapat melahirkan lulusan yang berdaya saing global namun tetap berakar pada nilai-nilai Islam.

“Kerja sama lintas negara sangat penting dalam memperkuat kapasitas akademik. Dengan jejaring yang kuat, FEBI dapat menjadi jembatan antara dunia akademik Islam di Indonesia dan Malaysia,” jelasnya.

Menuju FEBI yang Visioner dan Global

Melalui kegiatan ini, FEBI IAIN Kendari menunjukkan komitmen kuat untuk menata arah baru pengembangan fakultas. Kolaborasi dengan akademisi internasional seperti Prof. Ruhaini menjadi bukti nyata bahwa FEBI tidak hanya berfokus pada penguatan lokal, tetapi juga menatap masa depan dengan visi global dan inklusif.

Kegiatan akan dilanjutkan pada hari ketiga dengan agenda tanggapan dan penyusunan Renstra Program Studi Perbankan Syariah, yang juga akan menghadirkan sejumlah pemateri nasional dan mitra industri dari lembaga keuangan syariah.


🔑 Kata Kunci SEO:

Prof Madya Ruhaini Muda UiTM Malaysia, FEBI IAIN Kendari 2025, Renstra FEBI IAIN Kendari, Rencana Operasional Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Kolaborasi Internasional Pendidikan Islam, Digitalisasi Ekonomi Syariah, Universiti Teknologi MARA Malaysia, Riset Ekonomi Islam Global, Pendidikan Ekonomi Islam di Era Digital, Kerja Sama Akademik Indonesia–Malaysia.

Leave a Comment