Kendari – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari menunjukkan komitmennya dalam peningkatan mutu pendidikan melalui partisipasi aktif dalam Workshop Penyusunan Kurikulum Berbasis Outcome-Based Education (OBE) yang diselenggarakan IAIN Kendari tahun 2025.

Workshop ini merupakan bagian dari program penguatan kurikulum di lingkungan IAIN Kendari agar lebih adaptif terhadap kebutuhan zaman dan berorientasi pada capaian pembelajaran lulusan. Kegiatan ini diikuti oleh dosen dan pimpinan dari seluruh fakultas, termasuk FEBI IAIN Kendari.

🔎 Delegasi FEBI IAIN Kendari Hadir dalam Workshop OBE

Dalam kegiatan strategis ini, FEBI IAIN Kendari diwakili oleh sejumlah pimpinan struktural, antara lain:

  • Dr. Abdul Wahid Mongkito, selaku Wakil Dekan I FEBI IAIN Kendari
  • Adzil Arsy Sabana, M.E., Kaprodi Ekonomi Syariah (ESY)
  • Kiki Novita Sari, M.E., Kaprodi Perbankan Syariah (PBS)
  • Miftahur Rahman Hakim, M.M., Kaprodi Manajemen Bisnis Syariah (MBS)
  • Dr. Munadi Idris, M.Si., Ketua Gugus Kendali Mutu (KJM) FEBI IAIN Kendari

Kehadiran para kaprodi dan pimpinan fakultas ini menegaskan keseriusan FEBI dalam memastikan kurikulum setiap program studi mengacu pada prinsip OBE yang menitikberatkan pada kompetensi lulusan, relevansi pasar kerja, serta integrasi nilai-nilai Islam dalam praktik ekonomi dan bisnis.

🎯 Menuju Kurikulum Progresif dan Responsif

Outcome-Based Education (OBE) merupakan pendekatan pendidikan yang menekankan pada hasil belajar sebagai tolok ukur utama. Dengan menerapkan kurikulum berbasis OBE, FEBI IAIN Kendari berharap dapat mencetak lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki daya saing tinggi, etika Islami, dan kesiapan menghadapi tantangan global.

Workshop ini juga menjadi ajang kolaborasi antarfakultas dan antarperguruan tinggi. Selain internal IAIN Kendari, kegiatan ini turut dihadiri oleh perwakilan dari Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK), Universitas Sulawesi Tenggara (UNUSRA), dan Universitas Halu Oleo (UHO), yang menambah kekayaan perspektif dalam pengembangan kurikulum ke depan.

SK

Leave a Comment