Tulungagung, 15 Juli 2025 — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari dan FEBI Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah (UIN SATU) Tulungagung resmi menjalin kemitraan strategis melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU). Kegiatan ini tidak hanya menjadi simbol kolaborasi antar kampus, tetapi juga membuka ruang akademik yang produktif melalui kegiatan bedah jurnal Scopus dan seminar bertema wakaf produktif.

Acara yang digelar di kampus UIN SATU Tulungagung ini dihadiri oleh jajaran pimpinan fakultas dari kedua institusi, dosen, peneliti, serta mahasiswa. Dalam suasana akademik yang hangat dan penuh semangat, MoU ditandatangani sebagai bentuk komitmen bersama dalam memperkuat jaringan riset, publikasi ilmiah bereputasi, dan pengembangan keilmuan berbasis ekonomi syariah.

Dr. KH. Muhammad Hadi, M.HI. Tampil sebagai Pemateri Scopus

Dalam rangkaian acara, hadir sebagai pemateri utama Dekan FEBI IAIN Kendari, Dr. KH. Muhammad Hadi, M.HI., yang membawakan sesi bedah jurnal Scopus. Dalam materinya, beliau tidak hanya menjelaskan secara teknis tentang struktur dan kualitas artikel bereputasi, tetapi juga mengangkat topik yang relevan dengan konteks Indonesia dan dunia Islam global, yakni wakaf produktif sebagai model ekonomi berbasis nilai syariah.

“Wakaf tidak boleh berhenti sebagai aset yang diam. Di tangan pengelola yang amanah dan profesional, wakaf dapat menjadi motor ekonomi umat sebagaimana yang kita lihat di negara minoritas Muslim seperti Singapura,” ungkapnya.

Wakaf Produktif: Studi Banding Singapura–Indonesia

Dr. Muhammad Hadi juga memaparkan hasil observasi dan studi kasus tentang pengelolaan wakaf di Singapura, negara dengan populasi Muslim hanya sekitar 1%, namun mampu memaksimalkan potensi wakaf menjadi aset bernilai ekonomi tinggi seperti:

  • Hotel wakaf
  • Restoran halal
  • Wakaf uang (cash waqf)
  • Fasilitas publik seperti kolam renang dan pusat kebugaran (gym)

Model tersebut dinilai sangat profesional dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat lintas agama. Hal ini menjadi pembanding kritis terhadap kondisi pengelolaan wakaf di Indonesia yang masih menghadapi berbagai tantangan seperti:

  • Sengketa aset wakaf
  • Lemahnya manajemen lembaga nazhir
  • Kurangnya transparansi dan akuntabilitas pengelolaan

Sinergi FEBI UIN dan IAIN: Membangun Masa Depan Ekonomi Syariah

Penandatanganan MoU ini diharapkan menjadi awal dari kolaborasi berkelanjutan dalam bentuk:

  • Pertukaran dosen dan mahasiswa
  • Penelitian bersama
  • Peningkatan mutu publikasi jurnal
  • Kegiatan akademik yang berorientasi pada pengembangan ekonomi dan bisnis Islam

Leave a Comment