Kendari-FEBI, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) IAIN Kendari menyelenggarakan seri webinar menggunakan platform daring zoom. Kegiatan webinar diselenggarakan sebagai bentuk alternatif model seminar dan workshop yang biasanya diselenggarakan secara luring setiap tahun di FEBI IAIN Kendari.

Seri Webinar FEBI IAIN Kendari diberi nama Lingkar Diskusi Ekonomi dan Bisnis Islam (Linkebis). Webinar seri 01 telah sukses diselenggarakan pada Rabu, 22 Juli 2020, dimulai pada Pukul 09:00 Wita sampai 12.30 Wita. Webinar perdana yang diselenggarakan FEBI IAIN Kendari mengangkat tema “Produktif menulis ekonomi dan bisnis Islam di era new normal”, dengan sub bahasan topik-topik penelitian yang relevan pada era new normal serta cara menulis artikel ilmiah sesuai dengan kaidah akademik yang baik dan benar. Webinar pertama tersebut sukses menghadirkan 300 peserta yang tersebar secara nasional di seluruh Indonesia.

Dalam webinar tersebut menghadirkan tiga pemateri utama, Prof Faizah Binti Awad, guru besar sekaligus rektor IAIN Kendari menyampaikan materi mengenai roadmap penelitian dan bentuk kebijakan yang mendukungnya di lingkup IAIN Kendari. Profesor pertama di IAIN Kendari itu menjelaskan transdisipliner yang menjadi peta jalan dan arah penelitian IAIN Kendari.

Pemateri kedua adalah Akhmad Akbar Susamto PhD, dosen dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Gadjah Mada. Dalam paparannya, akademisi yang saat ini tengah fokus membangun framework penelitian ekonomi Islam tersebut memberikan tips dan trik agar tetap produktif menulis. Baginya, menulis membutuhkan elemen yang tidak bisa berdiri sendiri, yakni motivasi, ide, pengetahuan dalam mengeksekusi ide, serta pendanaan, tapi dari semua itu yang paling penting adalah membangun lingkungan yang mendukung atmosfir agar selalu produktif dalam menulis.

Dalam kesempatan tersebut, dia juga menjelaskan betapa luasnya topik penelitian dalam bidang ekonomi dan bisnis Islam. Salah satu cara yang dapat ditempuh untuk membangun topik penelitian ekonomi Islam dengan menggunakan kerangka berpikir atau framework scope of islamic economi dengan empat pendekatan yang telah ia kembangkan. Model framework penelitian ekonomi Islam tersebut telah dipublikasikan di Jurnal Internasional.

Pemateri selanjutnya adalah Dr. Irfan Syauqi Beik, Kepala Divisi Zakat, Ekonomi Pembangunan dan Kebijakan Publik Syariah, Departemen Ilmu Ekonomi Syariah, Fakultas Ekonomi Manajemen IPB. Dalam kesempatan tesebut memaparkan materi tentang Mengembangkan Riset Strategis Ekonomi Islam. Baginya, riset harus relevan dengan isu terkini, sehingga pengembangannya bukan hanya dalam tataran naskah akademik namun memiliki dampak secara real kepada masyarakat, sehingga sudut pandang dan metode yang dibangung harus luas dan kuat.

Dr. Ummi Kalsum selaku penanggung jawab seri webinar FEBI IAIN Kendari mengatakan bahwa webinar tersebut direncanakan dilaksanakan dalam empat seri. Melihat antuasiasme peserta linkebis seri 02 akan diselenggarakan pada Rabu, 29 Juli 2020 Menghadirkan Prof Mahfud Sholihin, guru besar Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM, Dr. Husain Insawan, Wakil Rektor 1 dan Dosen FEBI IAIN Kendari, dan Yaser Taufik Syamlan, ME., CFP Direktur Pusat Kajian Fintech Syariah Intitut Tazkiyah Bogor. Webinar kedua FEBI IAIN Kendari mengusung tema “Metodologi dan Isu Terkini Penelitian Perbankan Syariah dalam Menghadapi New Normal”.

Dr. Rusdin Muhalling, Dekan FEBI IAIN Kendari mengungkapkan bahwa seminar ekonomi dan bisnis Islam dan workshop metodologi merupakan agenda tahunan fakultas.
“Kegiatan seminar dan workshop merupakan komitment fakultas dalam menyediakan sistem pendidikan yang berkualitas bagi mahasiswa dan tanggung jawab akademik dalam mengembangkan ilmu pengetahuan,” kata Dekan FEBI tersebut.
Pandemi Covid-19 membatasi interaksi secara langsung, sehingga pelaksanaan yang harusnya dilaksanakan di Audiorium IAIN Kendari terpaksa dirubah dengan webinar menggunakan platform zoom secara daring. Namun walaupun dalam keterbatasan akibat penerapan sosial distancing, beberapa hal positif menjadi catatan dalam pelaksanaan webinar linkebis perdana itu.
“Webinar memiliki kelemahan karena kita tidak dapat berinteraksi langsung dengan pemateri, kekuatiran yang kita hadapi adalah proses penyerapan ilmu yang disampaikan mengalami gangguan sehingga tidak maksimal dalam memahaminya, namun di sisi lain, webinar ini patut kita syukuri, sebab kegiatan yang biasanya hanya bisa dihadiri puluhan peserta dengan skala kota Kendari, kali ini dapat menjangkau dari peserta dari Sabang sampai Merauke, ini sudah seperti seminar nasional,” tutup Dekan FEBI IAIN Kendari tersebut. (alw)

Leave a Comment